Skill apa yang ingin kamu kembangkan? 

Setelah memiliki gambaran tentang apa yang ingin kamu capai, pecah hal tersebut menjadi bagian yang lebih kecil. Setelah itu, perhatikan skill apa saja yang kamu butuhkan untuk meraih tujuan tersebut.

Misalnya, kamu mungkin perlu kemampuan yang lebih baik dalam pengolahan data, atau teknik wawancara. Setelah kamu identifikasi, buat rencana terstruktur untuk meningkatkan skill kamu, misalnya dengan mendaftar kelas online atau menghabiskan tiga jam dalam seminggu untuk belajar.

Eksperimen apa yang dapat kamu lakukan dalam satu hingga enam bulan ke depan ?

Eksperimen di sini berarti melakukan hal-hal kecil yang akan membuat kamu lebih dekat kepada tujuan kamu. Misalnya, seorang reporter yang sehari-hari hanya fokus kepada pelaporan berita (apa yang terjadi) dapat membuat eksperimen kecil dalam satu minggu untuk membuat sepuluh topik investigatif. Setelah menemukan topik-topik tersebut, maka secara terpisah ia bisa mulai mengumpulkan data, mengidentifikasi narasumber, dan membuat draft.

Apa yang berhasil dari pivot ini?

Seiring kamu melakukan eksperimen, identifikasi apa yang berhasil dan ingin kamu fokuskan. Misalnya, kamu mulai suka melakukan riset mendalam dan ternyata hasil riset tersebut bahkan bisa mengejutkan diri kamu sendiri. Maka ini adalah tanda yang baik dan dapat menjadi fokus kamu.

Contoh rekayasa proses pivot dari awal sampai akhir.

Budi adalah seorang reporter lapangan selama tiga tahun terakhir. Tugasnya adalah datang ke lapangan dan meliput apa yang terjadi. Topik yang ia angkat memang selalu berbeda, tapi rutinitasnya tetap serupa. Budi pun mulai merasa bosan dan tidak berkembang.

Budi memutuskan untuk melakukan pivot dengan menggunakan langkah-langkah di atas.

Apa bagian terbaik dari pekerjaan sekarang?

  • Budi suka dengan jurnalisme. Walaupun rutinitasnya membuat bosan, tapi dia tidak bosan dengan jurnalisme secara umum.

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *